| Bantu Si Kecil Menemukan Potensi Dirinya |
|
|
|
|
Melihat si kecil beranjak besar, dengan segala tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, pastinya akan membuat semua orangtua bahagia dibuatnya. Meskipun demikian, tidak sedikit pula, anak-anak yang hingga usianya mencapai balita, belum juga menujukkan tanda-tanda perkembangan yang berarti. Seperti, malu bertemu dengan orang lain selain orangtua dan orang rumahnya, atau tidak mau bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sementara, anak-anak diusianya, saat ini, sudah ada yang masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ikut les ballet atau kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa merangsang kepekaan dan daya pikirnya. Pada dasarnya karakteristik anak memang berbeda-beda. Ada yang cepat beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan sekitar, namun ada pula yang harus menunggu beberapa saat, untuk bisa berbaur. Namun, dengan memupuk kepercayaan diri pada si kecil sejak dini, maka lambat laun, ia bisa belajar untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Amati Pernahkah Anda menemukan, si kecil menjadi lebih centil saat sedang berada di depan kaca? Atau pernahkan Anda memberikan hadiah bola, kemudian anak Anda menirukan gaya tendangan David Beckham saat mencetak gol? Bisa jadi, hal-hal unik dan lucu itu adalah gambaran dari imajinasi yang tengah disenanginya saat ini. Dampingi Rasa ingin tahu yang besar, yang dimiliki oleh setiap anak-anak, pastinya akan membuat para orangtua was-was, setiap kali mendapati anak mereka, bertingkah yang kurang baik. Maka dari itu, perlu adanya pengarahan dari orangtua kepada anaknya, agar si kecil tidak salah mengartikan apa-apa yang tengah menjadi kesenangannya. Berikan kesempatan dan ruang Jangan biarkan si kecil menjadi si pemberontak, karena setiap gerak geriknya selalu mendapat penjagaan dan pengawasan yang ketat dari orangtua atau pengasuhnya. Karena, mereka juga membutuhkan ruang untuk mengespresikan diri atas. Maka dari itu, berikanlah kesempatan padanya untuk menujukkan kepada Anda gaya andalannya dalam menendang bola, atau cara berjalannya yang bak seorang peragawati professional saat berjalan di atas catwalk. Dan setelah itu, jika Anda ingin agar potensi dalam diri si kecil lebih terasah dalam sebuah wadah yang professional dalam menangani potensi-potensi yang dimiliki oleh putra putri Anda, mengapa tidak diikutkan kursus saja? Dengan begitu, mereka akan bisa mendapatkan pelatihan dan pengarahan yang tepat dari sang ahli. (sumber : www.hanyawanita.com) |